November 4

KERJA SAMA BAGAIMANA YANG MENGHASILKAN “WIN WIN SOLUTION”????

                Konnichiwa Bro n Sis,Kata “Kerjasama” memiliki makna yang berbeda-beda di otak saya. Pertama kali kata ini diperkenalkan kepada saya oleh para guru di sekolah dahulu. Ibu Guru malah memberi nasihat yang terkesan agak negatif “Jangan bekerja sama dengan teman”. Bekerja sama berarti melakukan kecurangan”. Ya Biasa sih,ketika itu para guru sedang berbicara mengenai aturan main dalam situasi ulangan dan ujian, bukan dalam konteks pergaulan sehari – hari.Namun, entah mengapa justru kerjasama yang berkonotasi negatif itulah yang lebih melekat di kepala saya. Tambahan lagi nih ya, saya memperoleh reward yang luar biasa hebatnya dari ketidakmauan saya untuk bekerjasama dengan orang lain yaitu  menjadi juara kelas! itu semakin menguatkan pandangan saya mengenai buruknya kerja sama guyss.Dalam kacamata saya sebagai bocah ingusan saat itu, kerjasama akan menempatkan saya pada posisi yang dirugikan,karena harus berbagi sesuatu kepada orang lain dan tidak mendapatkan apa pun,padahal bekerja sendiri saja sudah menempatkan saya di peringkat pertama lhoh guys.

             Namun,pandangan tentang kerjasama itu berubah drastis ketika saya memasuki dunia kerja. Ternyata,rumus sukses di tempat kerja berbanding terbalik dengan rumus  sukses di sekolah. Di tempat kerja, kesuksesan justru hanya akan didapatkan kalau  kita pandai bekerjasama dan berkolaborasi dengan orang lain.Kecakapan berkolaborasi bahkan boleh dibilang adalah keahlian terpenting seorang profesional.Itulah sebabnya, kata “kerjasama” boleh dibilang menjadi primadona di tempat kerja.

 

Akan tetapi,sesungguhnya pandangan ini mengandung jebakan yang “Corona!” alias komunitas ngobrol merana guys. Pandangan ini menempatkan orang ke dalam dua tipe: orang yang bisa bekerjasama versus orang yang tidak bisa bekerjasama.Orang yang bisa bekerjasama disukai dan menjadi orang yang sukses, sementara orang yang tidak bisa bekerja sama malah dibenci ,ini tentu saja merupakan sebuah pandangan yang sangat dangkal dan salah kaprah guyss!

Highlights yang ingin saya share disini adalah tidak semua kerja sama  itu baik, bahkan ada banyak situasi kerja sama itu justru buruk dan merupakan bencana bagi banyak orang.Salah satu hal yang paling saya ingat dari mantan gubernur DKI jakarta,Basuki Tjahaja  Purnama (Ahok), adalah ketidakmauannya untuk bekerjasama dengan anggota DPRD. Bahkan, beberapa rapat yang diselenggarakannya dengan DPRD berlangsung panas.Menurut Ahok, ia sengaja melakukan hal itu untuk membongkar banyaknya proyek siluman dalam APBD versi DPRD yang mengakibatkan penggelembungan anggaran lebih dari Rp 12 triliun.

Kesimpulannya: teamwork Ahok dengan DPRD sangat buruk.Intinya, kerjasama itu tidak selalu baik. Ada beberapa highlights yang penting yang saya sampaikan disini. Pertama, kerja sama itu sesungguhnya hanyalah merupakan nilai sekunder, bukan nilai primer. Kebenaran, kejujuran, dan keadilan adalah nilai primer. nilai itu harus ada diatas nilai apapun. Ketika sebuah nilai primer diabaikan, akan rusaklah sendi sendi kehidupan.

Sebuah Kerjasama, betapapun baiknya, hanyalah sebuah nilai sekunder. Ia menjadi tidak penting, bahkan menjadi salah satu dan berbahaya, bila tidak didasari kebenaran,kejujuran, dan keadilan.Bukankah semua penjahat yang sukses memiliki teamwork yang baik? Bukankah penjarahan uang rakyat senantiasa dilakukan dengan kerjasama yang sangat baik dan sangat efektif?? Namun ketika kita tidak melakukan nilai primer, nilai sekunder hanya akan mendatangkam bencana bagi kita semua.

Kedua, kerjasama itu hanya akan mengeluarkan output baik bila ia mementingkan empat kepentingan sekaligus: Kepentingan Saya (My Win), Kepentingan Anda (Your Win), Kepentingan Orang Lain (Their Win), dan Kepentingan Tuhan (God’s Win).Inilah yang seharusnya menjadi landasan ketika kita ingin bekerjasama dengan orang lain.Banyak orang yang tidak memahami prinsip menang-menang dengan empat kepentingan ini. hmm.. Ketika berniat bekerjasama dengan orang lain, kita hanya mementingkan kepentingan dua pihak:Saya dan Anda. Ketika kepentingan  dua pihak ini terakomodasi dengan baik, kita kemudian menyebutnya dengan istilah “Win-Win Solution”.Padahal bila hanya dua pihak yang menang,berarti lebih cocoknya disebut sebagai “Win-Win Collution” dong guys. Sekian dan selamat beraktivitas  yah guys.

 

 

 

 

 

 

Princess of Frogs (69)

A person with an eagerness in learning something new.
I am able to speak and write Japanese and Mandarin besides
English.I’m skilled at operating computer including language
programming and editing software.I mostly talk about drone technology.travel,foods,livestyle and fashion


Copyright 2021. All rights reserved.

Posted November 4, 2018 by Princess of Frogs in category "Uncategorized

About the Author

A person with an eagerness in learning something new. I am able to speak and write Japanese and Mandarin besides English.I’m skilled at operating computer including language programming and editing software.I mostly talk about drone technology.travel,foods,livestyle and fashion

Leave a Reply

Your email address will not be published.