KERJA SAMA BAGAIMANA YANG MENGHASILKAN “WIN WIN SOLUTION”????

ByVisions education

KERJA SAMA BAGAIMANA YANG MENGHASILKAN “WIN WIN SOLUTION”????

                Kata “Kerjasama” memiliki makna yang berbeda-beda di kepala saya. Pertama kali kata ini diperkenalkan kepada saya oleh para guru di sekolah. Guru malah memberi nasihat yang terkesan negatif “Jangan bekerja sama dengan teman”. Bekerja sama berarti melakukan kecurangan.” Tentu saja,ketika itu para guru sedang berbicara mengenai aturan main dalam situasi ulangan dan ujian, bukan dalam konteks pergaulan sehari – hari.Namun, entah mengapa justru kerjasama yang berkonotasi negatif itulah yang lebih melekat di kepala saya. Tambahan lagi, saya memperoleh reward yang luar biasa dari ketidakmauan saya untuk bekerjasama dengan orang lain: menjadi juara kelas! itu semakin menguatkan pandangan saya mengenai buruknya kerja sama.Dalam kacamata saya sebagai anak anak ketika itu, kerjasama akan menempatkan saya pada posisi yang dirugikan,karena harus berbagi sesuatu kepada orang lain dan tidak mendapatkan apa pun,padahal bekerja sendiri saja sudah menempatkan saya di peringkat pertama.

             Namun,pandangan tentang kerjasama itu berubah drastis ketika saya memasuki dunia kerja. Ternyata,rumus sukses di tempat kerja berbanding terbalik dengan rumus  sukses di sekolah. Di tempat kerja, kesuksesan justru hanya akan didapatkan kalau  kita pandai bekerjasama dan berkolaborasi dengan orang lain.Kecakapan berkolaborasi bahkan boleh dibilang adalah keahlian terpenting seorang profesional.Itulah sebabnya, kata “kerjasama” boleh dibilang menjadi primadona di tempat kerja.

 

Akan tetapi,sesungguhnya pandangan ini mengandung jebakan yang “DANGEROUS!”.Pandangan ini menempatkan orang ke dalam dua kategori:orang yang bisa bekerjasama versus orang yang tidak bisa bekerjasama.Orang yang bisa bekerjasama disukai dan menjadi orang yang sukses, sementara orang yang tidak bisa bekerja sama malah dibenci ,ini tentu saja merupakan sebuah pandangan yang sangat dangkal dan salah kaprah!

Yang ingin saya share disini adalah tidak semua kerja sama  itu baik, bahkan ada banyak situasi kerja sama itu justru buruk dan merupakan bencana bagi banyak orang.Salah satu hal yan paling saya ingat dari mantan gubernur DKI jakarta,Basuki Tjahaja  Purnama (Ahok), adalah ketidakmauannya untuk bekerjasama dengan anggota DPRD. Bahkan, beberapa rapat yang diselenggarakannya dengan DPRD berlangsung panas.Menurut Ahok, ia sengaja melakukan hal itu untuk membongkar banyaknya proyek siluman dalam APBD versi DPRD yang mengakibatkan penggelembungan anggaran lebih dari Rp 12 triliun.

Kesimpulannya: teamwork Ahok dengan DPRD sangat buruk.Intinya, kerjasama itu tidak selalu baik. Ada beberapa catatan yang penting yang saya sampaikan disini. Pertama, kerja sama itu sesungguhnya hanyalah merupakan nilai sekunder, bukan nilai primer. Kebenaran, kejujuran, dan keadilan adalah nilai primer. nilai itu harus ada diatas nilai apapun. Ketika sebuah nilai primer diabaikan, akan rusaklah sendi sendi kehidupan.

Kerjasama, betapapun baiknya, hanyalah sebuah nilai sekunder. Ia menjadi tidak penting, bahkan menjadi salah satu dan berbahaya, bila tidak didasari kebenaran,kejujuran, dan keadilan.Bukankah semua penjahat yang sukses memiliki teamwork yang baik? Bukankah penjarahan uang rakyat senantiasa dilakukan dengan kerjasama yang sangat baik dan sangat efektif?? Namun ketika kita tidak melakukan nilai primer, nilai sekunder hanya akan mendatangkam bencana bagi kita semua.

Kedua, kerjasama itu hanya akan baik bila ia mementingkan empat kepentingan sekaligus: Kepentingan Saya (My Win), Kepentingan Anda (Your Win), Kepentingan Orang Lain (Their Win), dan Kepentingan Tuhan (God’s Win).Inilah yang seharusnya menjadi landasan ketika kita ingin bekerjasama dengan orang lain.Banyak orang yang tidak memahami prinsip menang-menang dengan empat kepentingan ini. Ketika berniat bekerjasama dengan orang lain, kita hanya mementingkan kepentingan dua pihak:Saya dan Anda. Ketika kepentingan  dua pihak ini terakomodasi dengan baik, kita kemudian menyebutnya dengan istilah “win-win solution”.Padahal bila hanya dua pihak yang menang,ini sesungguhnya lebih tepat disebut  sebagai “win-win collution”.

 

 

 

 

 

 

About the author

Visions education administrator

A person with an eagerness in learning something new. I am able to speak and write Japanese and Mandarin besides English.I’m skilled at operating computer including language programming and editing software.

Leave a Reply