Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah Tercinta

ByVisions education

Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah Tercinta

10308557_301641776665957_8836378939075484994_n

Sepucuk surat dari Ibu dan Ayah Anakku… Ketika aku semakin tua, kuharap kau memiliki kesabaran untukku Suatu ketika aku memecahkan piring,

Atau menumpahkan sup di atas meja karena penglihatanku berkurang, Aku harap kau tidak memarahiku, Orang tua itu sensitif, Selalu merasa bersalah bila kamu berteriak,

Ketika pendengaranku memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kau katakan,

Aku harap kau tidak memanggilku tuli,

Mohon ulangi apa yang kau katakan atau menuliskannya,

Maaf anakku,

Aku semakin tua,

Ketika lututku semakin melemah,

aku harap kau memiliki kesabaran untuk membantuku bangun,

Seperti bagaimana aku membantumu berjalan sewaktu kecil,

Aku mohon jangan bosan denganku,

Ketika aku terus mengulang apa yang kukatakan seperti kaset rusak,

Aku harap kau terus mendengarkanku,

Tolong jangan bosan denganku

Apakah kamu ingat saat kamu masih kecil dan menginginkan sebuah balon?

Kamu mengulangi apa yang kamu mau sampai kamu mendapatkannya,

Maafkan juga bauku,

Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi

Orang tua mudah sakit, aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu,

Apakah kamu ingat saat kamu masih kecil?

Aku selalu mengejar–ngejar kamu karena kamu tidak ingin mandi,

Dan jika kamu memiliki waktu, aku harap kita bisa bicara,

Bahkan untuk beberapa menit,

Aku selalu sendiri sepanjang waktu, dan tidak memiliki seorang pun untuk bicara.

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan,

Bahkan ketika kamu tidak tertarik pada ceritaku,

Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?

Aku mendengarkan apa yang kamu ceritakan tentang mainanmu

Ketika saatnya tiba dan aku hanya bisa terbaring sakit dan sakit,

Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku,

MAAF,

Kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan,

Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku

selama beberapa saat terakhir kehidupanku,

Aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama

Ketika waktu kematianku datang,

Aku harap kamu memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk menghadapi kematian,

Dan jangan khawatir

Ketika aku bertemu Sang Pencipta

Aku akan berbisik kepadaNYA, untuk selalu memberikan berkah padamu,

Karena kamu mencintai Ibu dan Ayahmu,

Terima kasih atas perhatianmu, nak…

Kami mencintaimu

20

Dengan kasih yang berlimpah, Ibu dan Ayah.

terima kasih IBu bapak

    526918_2846112037921_1341361621_n

549264_2813580784660_157138089_n

Sari dewi

About the author

Visions education administrator

A person with an eagerness in learning something new. I am able to speak and write Japanese and Mandarin besides English.I’m skilled at operating computer including language programming and editing software.

Leave a Reply